Penggunaan Live Streaming dalam pembelajaran Madrasah Diniyah: Studi Kasus di PP Bumi Sholawat Sidoarjo
Penggunaan Live Streaming dalam
pembelajaran Madrasah Diniyah: Studi Kasus di PP Bumi Sholawat Sidoarjo
Mochammad
syihabbudin, Muhammad Yuda[1],
Moh Zaki Yamani[2],
Muhammad Thohir[3]
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Email. Syihabb056@gmail.com
muhammadyuda423@gmail.com, Zaqyzf@gmail.com, muhammadthohir@uinsby.ac.id
Abstract
This research aims to analyze using live
Streaming video of Madrasah Diniyah learning at Bumi Sholawat Islamic boarding
school Sidoarjo.This research
used a qualitative approach with the type of case study..The research aim to
obtain informations about problems and effects during learning through live
streaming. Data collection techniques were carried out by means of observation
interviews and documentation. In this study, respondents were 6 people
consisting of several teachers and parents of students. In this case, respondents
were given the initials SP1, SP2, SP3, SP4, SP5 and SP6. Semi-structured
interviews were conducted and a list of questions compiled for interviews was
developed based on the related literature. The results showed that there were
some obstacles felt by teachers, parents and students in the learning process
through live streaming. These problems effected to the learning through live
streaming in the Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Bumi Shalawat. has not been
implemented properly
Keyword: Live Streaming; Learning; Madrasah Diniyah
Abstrak
Tujuan pada penelitian ini ialah menganalisis penggunaan vidio live streaming dalam pembelajran Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.Dengan tujuan untuk mendapatkan informasi kendala dan akibat dari pembelajaran melalui live streaming. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, responden sebanyak 6 orang yang terdiri dari beberapa guru dan orang tua murid . Dalam hal ini, responden diberi inisial SP1, SP2, SP3, SP4, SP5 dan SP6.Wawancara dilakukan semi-terstruktur dengan daftar pertanyaan kemudian disusun untuk dikembangkan berdasarkan literatur yang terkait.Hasil penelitian menunjukan bahwaterdapat beberpa kendala yang dirasakan oleh guru, orang tua maupun santri dalam proses pembelajaran melalui live streaming. Kendala-kendala tersebut menyebabkan proses pembelajaran yang menggunakan live srteaming di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Bumi Shalawat belum terlaksana dengan baik.
Kata Kunci :Live Streaming; Pembelajaran; Madarash
Diniyah
I. PENDAHULUAN
Kondisi seperti saat ini, bahwa dunia sedang diguncang oleh pandemi virus corona atau covid-19, pola kehidupan menjadi berubah dari pada biasanya, termasuk pada pendidikan.Dampak yang dialami oleh pendidikan menurut data dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) setidaknya ada 290,5 juta siswa diseluruh dunia terganggu akibat sekolah ditutup (Purwanto, Rudy, Masduki, Priyono, Laksmi, Choi Chi Hyun dan Ratna, 2020). Di Indonesia dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) turut mengambil kebijakan di tingkat satuan pendidikan (Adib Rifqi, 2020) dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang berisi tetang pelaksaan pendidikan pada masa pandemi Covid 19, segala aktifitas pendidikan dilakukan secara jarak jauh atau metode daring (Wahyu Aji Fatma Dewi, 2020).
Diharapkan dengan adanya model pendidikan berbasis
daring ini, dapat menghambat persebaran virus di Indonesia.Termasuk
negara-negara lain yang melakukan lockdown atau karantina untuk
membatasi interaksi manusia secara langsung.Dalam masa ini, tentunya dalam
pendidikan mengalami masa penyesuaian.Diamana pendidikan yang pada umumnya
berlangsung berada diruang kelas, bertatap muka dengan guru atau dosen. Namun
saat ini proses pembelajaran beralih pada media daring atau E-Learning yaitu
pembelajaran yang menggunakan teknologi sebagai proses pembelajaran. Munadi
dalam (Rijki, Munawar dan Agus, 2018) mendefinisikan E-Learning merupakan
aktifitas belajar yang dilakukan dengan menggunakan jaringan komputer atau
internet.
Ada beberapa kemungkinan dengan beralihnya
pembelajaran daring tersebut, bisa berdampak posistif terhadap perkembangan
siswa atau sebaliknya juga bisa berdampak negatif kepada siswa. Dampak positif
terhadap peserta didik yaitu, teknologi hadir sebagai metode baru, yang kita
tahu bahwa proses belajar belajar tidak cukup hanya berkaitan dengan ceramah.
Akan tetapi dengan adanya terkonologi proses pembelajaran menjadi lebih
berfariatif.Implementasi pembelajaran
dengan E-learning menjadi mimpi besar sebagaimana yang digagas
oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dengan penerapan
pembelajaran mandiriyang sebelumpandemi COVID-19. Siswa dituntut untuk melek teknologi, untuk menjadi
kreatif, untuk memiliki tinggimotivasi, untuk dapat melakukan inovasi yang
tujuannya adalah untuk mempersiapkan masa depan generasi Milineal mampu
bersaing dengan tantangan
globalisasi (Zaharoh, Galia dan Anisa, 2020)
Penggunaan tekonologi dalam pendidikan mejadi
alternatif yang efektif untuk me-refres metode pengajaran yang
tradisional, mendengar ceramah berada diruang kelas yang membosankan.Jika hal
tersebut terus berlangsung ada kecenderungan bahwa siswa menjadi pasif.Bahkan
sudah tak lagi relevan di era zaman yang serba digital ini (Ratna, Amru, Rudi
& Zamzami, 2019). Perkembangan teknologi digital dewasa ini memberikan
dampak yang positif yakni memberikan keuntungan
bagi siapa saja bisa mengakses
informasi tanpa terbatas ruang dan waktu (Du, Zhang, Shelton & Hung, 2019),
sumber digital yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja, (Dwiningsih,
Sukarmin, Muchlis & Rahma, 2018). Percepatan akses sitem informasi
diberbagai temapat dan waktu (Mustofa, Chodzirin, Lina, 2019).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud)
juga
menyiapkan beberapa layanan untuk mempercepat
proses belajar secara online. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis pada portal dan android Rumah Belajar.Itu dapat diakses di kemdikbud.go.id.Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh siswa dan guru termasuk Learning Resources,Kelas Digital, Laboratorium Virtual, dan Bank Pertanyaan. Layanan ini dapat
digunakan oleh siswa dan guru, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),hingga Sekolah Menengah atau
Kejuruan Sekolah (SMA / SMK) sederajat dapat akses dan digunakan secara gratis(Zaharoh, Galia dan Anisa,
2020).
Akan tetapi jika perangkat dan sumber daya
menusia, termasuk para pendidik ataupun peserta didik yang masih awam dengan
penggunaan teknologi akanberdampak negatif sebab menjadi penghambat dalam
proses belajar mengajar.Sumber daya manusia menjadi sangat penting akan
penggunaan media teklonologi sebagai bahan ajar. Sumber daya yang terbatas seperti guru yang tidak mengerti danmemahami
berbagai aplikasi pembelajaran online yang digunakan dalam proses dan
pengajarandan kegiatan belajar di sekolah. Selain keterbatasan jaringan
internet,ketersediaan smartphone atau notebook yang tidak semua siswa dapat
miliki(Zaharoh, Galia dan Anisa, 2020).
Beberapa penelitian terkait dengan pembelajaran
E-Learning telah dilakukan oleh beberapa peneliti, diantaranya Rijki Ramdani,
Munawar Rahmat, dan Agus Fakhruddin (2018) yang meneliti tentang media
pembelajaran e-learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA
laboratorium percontohan Upi Bandung.Dari hasil penelitianya bahwa secara umum
penggunaan teknologi sudah baik.Hasil pembelajaran PAI menggunakan E-learning
ada peningkaktan pada kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa,
juga peningkatan terjadi pada keaktifan belajar siswa.Penelitian oleh Ila
Mursalina Subekti, Rusnaini & Moh.Muchtarom (2017) yang meneliti tentang
analisis penerapan media pembelajaran berbasis internet melalui pemanfaatan
smartphone dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (ppkn)
di SMA negeri 1 Kartasura.Dalam penenlitianya penggunaan akses tekonologi belum
optimal.
Penelitian terkait yang ditulis oleh Ryan Zeini Rohidin, Rihlah Nur Aulia dan Abdul Fadhil (2015) tentang Model Pembelajaran PAI Berbasis E-Learning (Studi Kasus di SMAN 13 Jakarta).Dari hasil penelitianya bahwa penggunaan e-Learning sebagai media tambahan untuk pengembangan pembelajaran PAI secara konvensional telah berjalan dengan baik dan efektif bagi guru dan murid. Penelitian yang dilakukan oleh Nurlinda La Ucu, Sary D.E. Paturusi, dan Sherwin R.U.A Sompie (2018) yang meneliti tentang Analisa Pemanfaatan E-Learning Untuk Proses Pembelajaran.Hasil peneilitian penggunaan pembelajaran E learning dengan facebook, line, Whataps menunjang pembelajaran dan efektif untuk interakti antara mahasiswa dan dosen.Penelitian Andri Kusuma Bhakti, Firdaus Solihin dan Fitri Damayanti (2017) tentang pengembanganm-learning bahasa Arab berbasis ltsa dengan pendekatan addie.Hasil penelitian bahwa penggunaan aplikasi siswa mampu belajar dengan baik.
Penelitian yang dilakukan oleh(Zaharah,Galia
Ildusovna Kirilova dan Anissa Windarti, 2020) tentang Impact of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and
Learning Activities in Indonesiamenyatakan
bahwa belajar menggunakan E-learningmembawa kemajuan dan inovasi untuk pendidikan di Indonesia karena
hampir 75%siswa melakukan pembelajaran online secara bersamaan selama epidemi
COVID-19.Hambatan untuk menerapkan E-Learning ini tentu ada, misalnya, internetjaringan
tidak terpenuhi, siswa tidak terbiasa, guru, dan bahkan orang tua sebagaipendamping
belajar di rumah untuk melakukan pembelajaran online. Ini tentu hal yang normalkarena
belum menjadi kebiasaan bagi siswa dan guru untuk mengimplementasikan KBM di
dalammasa depan, suatu proses yang membutuhkan hasil belajar yang lebih baik. Kemudian
dalam (Agus Purwanto, Rudy Pramono, Masduki Asbari, Priyono Budi Santoso,
Laksmi Mayesti Wijayanti, Choi Chi Hyun, Ratna Setyowati Putri, 2020) tentang Studi
Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di
Sekolah Dasar, menunjukan bahwa pembelajaran berbasis online masih banyak
kendala. Banyak kendala-kendala yang dihadapi mulai dari sarana prasarana yang
kurang memadai hingga jaringan internet. Hal ini menandakan bahwa peserta
didik, guru, maupun orang tua memerlukan waktu untuk mempersiapkan dan
beradapsasi dengan proses belajar mengajar melalui daring.
Kemudian pada pembahasan ini penulis
akan memfokuskan pada proses pembelajaran Madrasah Diniyah Pesantren Progresif Bumi
Sholawat menggukan live streaming sebagai media proses pembelajaran. Dengan
menelaah lebih mendalam bagaimana proses pembelajaran melalui sarana
pembelajaran live streaming. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses
pembelajaran Madrasah Diniyah di pesantren Progresif -Bumi sholawat melalui live
streaming.
II. METODE PENELITIAN
Metode penelitian akan menggunakan penelitian
deskriptif kualitatif. Sebagaimana penelitian deskriptif kualitatif. Yaitu
memahami fenomena apa yang dilakukan oleh subjek penelitian (Moeleong, 2012). Nazir
berpendapat dalam (Rijki, Munawar dan Agus, 2018) penelitian deskriftif ialah
metode meneliti suatu kelompok manusia, objek, kondisi yang terjadi, sistem
dengan bertujuan untuk membuat gambaran secara terarah atau sistematis, faktual
dan akurat, mengenai fakta-fakta, sifat- sifat serta hubungan antar fenomena
yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan ialah wawancara dan
observasi lapangan, kemudian mengumpulkan data, analisis data dan hasil
penelitian. Dalam hal ini akan mendeskripsikan proses pembelajaran memalui media
live streaming pada Madrasah Diniyah Progresif Pondok Pesantren Bumi
Sholawat.
Penelitian ini dilakukan pada
pembelajaran Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo
melalui live streaming. Pertimbangan
ini didasarkan pada keterkaitan salah satu penulis merupakan tenaga
pengajar/ustad dilembaga yang bersangkutan.Dengan tujuan agar mudah mendapatkan
sumber informasi berkaitan dengan penelitian ini.Untuk menggali dan mendapatkan
informasi dilakukan wawancara sebagai sumber primer.Sedangan sumber sekunder
diperoleh dari literatur penelitian yang sudah ada seperti jurnal-jurnal dan
buku.Wawancara dilakukan dengan semi-terstruktur, tediri dari 6 respon yaitu
guru dan orang tua dipilih dengan metode purposive sampling.Untuk tujuan
kerahasian, responden diberi inisial SP1, SP2, SP3, SP4, SP5 dan SP6 (subjek
penelitian).Lebih jelasnya saya cantumkan melalui data table.
Tabel 1.
Profil Responden
|
Inisial |
Jenis Kelamin |
Usia |
Status |
Pendidikan |
|
SP1 |
Perempuan |
35 |
Menikah |
S1 |
|
SP2 |
Perempuan |
32 |
Menikah |
S1 |
|
SP3 |
Laki – Laki |
30 |
Menikah |
S2 |
|
SP4 |
Perempuan |
40 |
Menikah |
S1 |
|
SP5 |
Laki-Laki |
32 |
Menikah |
S1 |
|
SP6 |
Perempuan |
37 |
Menikah |
S1 |
Teknik purposive sampling dalam penelitian
kualitatif ialah metodepenelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan
penelitian tertentu.Untuk membuat sampel purposive tidak membatasi jumlah
responden atau subjek penelitian, asalkan informasi yang diinginkan diperoleh
dan dihasilkan (Bernard, 2002). Untuk memalukan penelitian studi kasus pengamatan
beberapa rekomendasi ukuran sampel, yang berkisar tidak lebih empat sampai lima
kasus (Creswell, 2013). Dalam studi kasus responden diwanancarai hingga akurasi
data tercapai dan tidak ada lagi informasi baru diperoleh (Krysik dan
Finn, 2010 dalam Agus Purwanto dkk).
Analisis dan interpretasi data merupakan bagian paling
kritis dalam penelitian kualitatif. Penelitian berdasarkan analisis data
tematik dianggap paling tepat setiap penelitianyang berupaya mengekplorasi
beberapa interpretasi (Alhojalain, 2012 dalam Agus Purwanto dkk). Untuk
menggali dan mendapatkan informasi mengenai dampak dan kendala pembelajaran
online live streaming Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat
Sidoarjo, membuat pertanyaan penelitian, diajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai
berikut:
a. Bagaimana menurut anda proses
belajar mengajar dengan menggunakan live streaming?
b. Jelaskan dampak yang dialami
santri dengan pembelajaran live streaming?
c. Jelaskan dampak yang dialami
guru/ustad dengan pembelajaran live streaming?
d. Jelaskan dampak yang dialami
orang tua dengan pembelajaran live streaming?
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penggunaan Media video live
streaming
Pandemi covid 19 sudah menjadi penghambat dalam
dunia pendidikan di seluruh Negara yang terdampak, tidak terkecuali Negara
Indonesia. Sehingga banyak para pendidik berpikir apa dan bagaimana teori dan
strategi yang efisien untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar pada keadaan
pandemi seperti sekarang ini. Penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi
mengenai keefektifan media live streaming sebagai media pembelajaran di Pondok
Pesentren Progresif Bumi Sholawat, lebo, sidoarjo.
Pengguna media live streaming atau disebut juga
para broadcaster bertumbuh seperti jamur dimusim penghujan, mulai dari kalangan
anak sekolah dasar sampai orang tua juga berkecipung dalam meramaikan dunia
teknologi terutama media live streaming. Ada banyak hal yang akan dirasakan
oleh pengguna media live streaming, mulai hal positif sampai negatif, terutama
dalam dunia pendidikan di Indonesia.Bukan hanya pendidikan umum atau formal,
pendidikan non formal seperti madrasah diniah juga menggunakan Media
pembelajaran live streaming.
Penggunaan media live streaming yang digunakan untuk
kegiatan pembelajaran di Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat banyak
negative dan kurang efektif, terutama dalam hal kesehatan. Memang belum ada
catatan medis yang jelas terkait dampak negatif dari layanan media live
streaming.Namun, dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada studi dari University
of California, (Irvine, 2010) menyebutkan jika seseorang memandang terlalu lama
layar smartphone, leptop, memungkinkan terkena paparan radiasi.Ini perpengaruh
pada gangguan emosi dikemudian hari.Dan catatan lain yang perlu diperhatikan
bagi para pengguna smartphone adalah paparan cahaya yang disajikan oleh layar.
Hal ini patut diwaspadai, karena bisa mempengaruhi kesehatan mata.Responden
yang lain berpendapat bahwa, penggunaan video live streaming secara berlebihan
(berjam-jam bahkan berhari-hari) tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal,
yang ada hanya rasa jenuh dan bosan.
Untuk memperoleh penjelasan tentang alasan penggunaan
media live streaming di pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat banyak negatif
dan kurang efektif, peneliti melaksanakan wawancara dengan beberapa subjek
penelitian. Dari wawancara peneliti dengan subjek penelitian 1, disampaikan
bahwa:
Seorang dari subjek
penelitian 1 (SP1) memberikan pernyataan:
“Penggunaan media live streaming bisa saja
dilakukan, namun ada beberapa kendala seperti kesehatan mata yang perlu
diperhatikan karena tidak semua peserta didik mempunyai penglihatan yang baik,
seperti anak saya yang sejak balita sudah lemah penglihatannya”(SP1). “Bukan
hanya peserta didik yang diperhatikan kesehatannya, ustadz juga, karena saya
lihat ustad yang mengajar di madrasah diniah progresif bumi sholawat sudah
banyak yang menggunakan kacamata”(SP5). “usia muda masih belum merasakan,
efeknya ketika sudah usia tua, jika terlalu sering menggunakan media online
seperti live streaming”(SP3)
Pernyataan subjek penelitian
yang lain sebagai berikut:
“Kendala seperti jangka waktu
penggunaan (jika media live streaming digunakan dalam waktu berjam-jam bahkan
sampai berhari-hari maka hasil pembelajaran tidak akan maksimal (SP6) dan menimbulkan
rasa bosan dan jenuh. (SP2) “
Selain itu, tanggapan dari subjek penelitian yang lain
(SP4) sebagai berikut:
“keseriusan belajar dan konsentrasi belajar peserta didik
berkurang dengan munculnya iklan yang tidak senono ketika sedang live
streaming, membaca komentar yang kurang baik teman yang lain dll”
Dari penjelasan beberapa subjek penelitian ini tampak
bahwa penggunaan media live streaming yang diterapkan oleh madrasah diniyah
pondok pesantren progresif bumi sholawat dalam menjalankan kegiatan belajar
mengajar banyak kendala yang kurang diperhatikan seperti kesehatan mata,
gangguan emosi di kemudian hari, pembelajaran yang kurang maksimal dan rasa
bosan atau jenuh.
Dampak terhadap Santri
Beberapa dampak yang dirasakan oleh santri pada proses
belajar mengajar secara online menggunakan media live streaming adalah para
santri merasa dipaksakan belajar menggunakan media live streaming tampa sarana
dan prasarana memadai di rumah. Fasilitas sarana dan prasarana adalah yang
sangat penting untuk kelancara proses belajar mengajar, untuk pembelajaran
online dirumah seharusnya disediakan dulu fasilitasnya seperti smartpone,
leptop,computer dll yang akan memudahkan para santri untuk memahami materi yang
diajarkan melalui media live streaming. Kendala selanjutnya adalah santri belum
terbiasa menggunakan media live streaming karena selama ini system pembelajaran
dilaksanakan dengan bertatap muka dan diruang kelas, dengan adanya metode pembelajaran
menggunakan media live streaming membuat santri perlu waktu untuk beradaptasi
dan para santri menghadapi perubahan baru yang secara tidak langsung akan
mempengaruhi daya serap belajar mereka.
Dampak selanjutnya adalah santri tidak dapat belajar
dengan fokus atau konsentrasi, proses memahami materi dalam pembelajaran
membutuhkan konsentrasi yang tinggi.Asumsi tersebut didukung oleh telaah para
ahli pendidikan yang menyatakan bahwa rendahnya prestasi belajar siswa sebagian
besar disebabkan oleh lemahnya kemampuan anak dalam konsentrasi. Dalam sebuah
penelitian (Ria aviana, fitria fatichatul hidayah, 2015) menyatakan bahwa
foktor penyebab hilangnya konsentrasi adalah suasana pembelajaran yang kurang
kondusif, media yang digunakan kurang sesuai dan kurang dipahami.Dampak yang terakhir
adalah apabila ada materi yang kurang dimengerti tidak dapat bertanya secara
langsung kepada ustadz atau guru. Matode diskusi yang banyak diterapkan di
pesantren seperti musyawarah dan bahtsul masail, yang cara penyampaian materi
pembelajarannya dengan jalan bertukar pikiran atau mendiskusikannya, baik
antara guru dengan santri ataupun sesama santri.tidak bisa berjalan dengan
kondusif jika menggunakan media live streaming. Hal ini sebagaimana yang
disampaikan subjek penelitian sebagai berikut:
“Para
santri/anak-anak dipaksa belajar menggunakan media live streaming tanpa sarana
dan prasarana yang memadai di rumah. “(SP3)
Pernyataan
responden yang lain:
“Santri belum berpengalaman
belajar menggunakan media live streaming karena selama ini sistem belajar mengajar adalah dengan tatap muka.”(SP4)
“Santri tidak bisa belajar
denga fokus “(SP2)
“apabila
ada materi yang kurang dimengerti tidak dapat bertanya secara langsung kepada
ustadz atau guru “(SP6)
Dampak yang di jelaskan beberapa subjek penelitian diatas
terhadap santri dalam pelaksanaan pembelajaran madrasah diniyah dipondok
pesantren progresif bumi sholawat melalui media live streaming tidak efektif,
dengan beberapa kendala seperti tidak terbiasanya santri menggunakan media live
streaming dalam proses belajar mengajar, tidak fokus, dan tidak bisa berdiskusi
dengan guru dan sesama teman.
Dampak terhadap orang tua
Kendala yang dirasakan oleh
orang tua berdasarkan informasi yang didapatkan dari beberapa responden yang
diwawancarai ialah bertambahnya biaya pengeluran tambahan untuk tetap bisa
mengakses internet dengan baik. Koneksi internet merupakan hal yang utama
disebabkan pembelajaran online membutuhkan kuota, apalagi proses pembelajaran
dilakukan dengan waktu yang relatif lama menggunakan live streaming. Tentunya
dengan adanya pembelajaran menggunakan sistem online akan menambah biaya bagi
orang tua. Selanjutnya kendala teknis dalam pelaksanaan pembelajaran.Santri
terbiasa dengan pembelajaran di suatu ruang bersama-sama dengan teman-teman dan
seorang ustad secara langsung. Beberapa santri merasa belum siap dengan transisi pembelajaran yang
beralih melalui online. Pada akhirnya peran orang tua sangat penting dalam
proses pembelajaran untuk mendampingi anaknya dalam belajar. Dengan
pendampingan orang tua, anak bisa belajar dengan baik.Dengan demikian hal ini
menjadi kendala bagi orang tua yang harus meluangkan waktunya untuk mendampingi
belajar, sehingga menyita waktu dan menambah pekerjaan bagi orang
tua.Aktifitas-aktifitas lain yang biasa dilakukan oleh orang tua, tersita
dengan adanya pembelajaran online.
Selanjutnya dampak
pembelajaran online juga dirasakan oleh orang tua yang terkendala oleh
keterbatasan jejaring internet.Koneksi internet yang merupakan penghubung dalam
pembelajaran terkendala oleh sinyal. Jika koneksitas tidak baik, maka akan
berdampak pada proses pembelajaran yang tidak maksimal. Orang tua memiliki
beban bagaimana anaknya tetap dapat mengakses pembelajaan dengan baik. Artinya
perangkat pembelajaran melalui live streaming harus didukung oleh sarana
prasarana yang memadai dirumah. selain hal tersebut pembelajaran berbasis
online mamaksa orang tua untuk menggunakan teknologi, suka maupun tidak suka.
Orang tua harus menyiapkan segala kebutuhan belajar.Orang tua yang terkendala
oleh kecakapan menggunakan teknologi perlu beradaptasi dalam menggunakan
teknologi.
Untuk mempertegas hal ini, peneliti
mewawancarai beberapa subjek penelitian sebagai berikut:
“pelaksaan pembelajaran
menggunakan media live streaming di madrasah diniah menambah pekerjaan orang
tua karena ikut mendampingi anaknya dalam proses belajar.“(SP6) mengganggu
pekerjaan orang tua dirumah”(SP2)
Senada dengan ini, subjek
penelitian yang lain menyatakan sebagai berikut:
“Saya ikut belajar mendampingi anak saya. “(SP5)
“Tambah banyak pengeluaran untuk beli kuota “(SP4)
Dampak yang paling berat
dialami orang tua adalah ketika seorang anak mengeluh karena media smartpone,
leptop, computer dll yang dimilikinya tidak support untuk mengikuti kegiatan
pembelajaran menggunakan media live streaming seperti yang diterapkan pondok
pesantren progresif bumi sholawat. Kebutuhan sehari-hari untuk makan dan
aktifitas yang lain, ditambah kuota internet untuk menunjang keberlangsungan
pendidikan seorang anak. Sudah membuat orang tua geleng-geleng kepala. Seperti
yang dialami oleh subjek penelitian, sebagai berikut:
“saya menjual perhiasan untuk
mengganti smartpone anak yang tidak support untuk mengikuti pembelajaran yang
menggunakan media live streaming”(SP1)
Jadi, penggunaan media live
streaming yang diterapkan pondok pesantren progresif bumi sholawat dalam
tanggapan orang tua juga tidak efektif. Dengan alasan yang sudah dipaparkan
diatas.
Dampak terhadap guru
Tidak semua guru bisa
mengaplikasikan media live streaming dengan baik, sebab selama ini
sistem belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka. Kompetensi guru dalam
menyampaikan materi merupakan hal pokok agar kualitas pembelajaran berlangsung
dengan baik.Dalam hal ini menggunakan perangkat dan fasilitas belajar mengajar
yang berbasis teknologi harus didukung oleh kompetensi guru yang memadai agar
materi tersampaikan oleh para santri. Keahlian guru dalam mengaplikasikan
pengajaran dengan cara live streaming akan menjadi sangat penting, para guru
wajib diberikan pelatihan terdahulu. Kendala yang dirasakan oleh guru juga
karena biaya membeli kuota sebagai media dalam pembelajaran live streaming.
Guru harus merogoh saku untuk memenuhi kewajiban mengajar kepada para santri.
Kendala selanjutnya berkenaan dengan perangkat pembelajaran seperti laptop,
komputer ataupun handphone yang dapat digunakan sebagai fasilitas perlu
disediakan.Sehingga guru yang tidak mempunyai perangkat yang memadai, perlu
adanya fasilitas yang bisa digunakan seperti guru tetap mengajar dikantor dengan
fasilitas yang telah disediakan.
Selain hal tersebut juga
terkendala oleh jarak, sehingga membutuhkan kreatifitas guru dalam mengajar. Santri
yang masih beradaptasi dengan pembelajaran live streaming akan merasa jenuh
tanpa sentuhan langsung dari guru. Dalam pembelajaran secara live streaming
guru juga memiliki tantangan, bagaimana guru mampu menilai santri yang
benar-benar paham atau sama sekali belum memahami apa yang disampaikan dalam
pembelajaran. guru menemukan kesulitan melihat seberapa daya tangkap terhadap
materi-materi yang telah dijelaskan. Jika belajar menggajar secara langsung,
makan lebih mudah bagi guru melihat seberapa tingkat kefahaman materi terserap
oleh santri dengan gestur tubuh ataupun raut wajah secara langsung.Hal ini
dikuatkan oleh subjek penelitian saat peneliti mengadakan wawancara dengannya:
“Tidak semua guru bisa
mengaplikasikan media live streaming atau teknologi internet sebagai sarana
pembelajaran, apalagi guru non formal seperti guru madrasah diniyah yang
notabennya jarang menggunakan teknologi seperti media live streaming .”(SP1)
Hal ini menjadi kendala dan
penghambat yang harus diperhatikan sebelum menerapkan pembelajaran menggunakan
teknologi seperti media live streaming. Dalam sebuah penelitian (sukmawati,
2002) yang berjudul analisis faktor-faktor penghambat dalam proses pembelajaran
adalah faktor internal yang diartikan dengan faktor yang berasal dari dalam
diri seseorang yang melaksanakan proses belajar baik kondisi jasmani maupun
rohani, faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri seseoarang.
Faktor eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan (baik yang berasal dari
alam maupun sosial budaya) dan instrumental (fasilitas serta media yang
disediakan di sekolah termasuk kemampuan guru)
Subjek penelitian yang lain
memberikan pernyataan:
“Bagi guru/ustadz dengan
sistem pembelajaran live streaming menimbulkan keraguan terhadap pemahaman
santri mengenai materi pembelajaran karena tidak ada pendekatan secara
langsung.”(SP5)
Hal senada juga dikatakan
responden lain sebagai berikut:
“Kesulitan dalam menilai mana santri yang belum
paham dan yang sudah benar-benar paham. “(SP3)
“Guru lebih banyak
pengeluaran untuk membeli kuota internet.”(SP2)
Ketidak efektifan juga dialami
seorang guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang di terapkan pondok
pesantren progresif bumi sholawat menggunakan media live streaming.
Dalam pendapat peneliti sendiri, subjek penelitian dalam
menjawab pertanyaan yang sudah dipaparkan diatas ketika wawancara tidak subjektif.Karena
dampak yang dialami oleh siswa, orang tua, dan guru adalah pertama: bahaya
penggunaan media teknologi dalam kesehatan terutama kesehatan mata, kedua:
tambah banyak pengeluaran yang dikeluarkan orang tua untuk membeli pulsa,
ketiga: pembelajaran membosankan, keempat: tidak bisa bertanya langsung
terhadap guru ketika ada pertanyaan dll. (Saifuddin Chalim. 2018) dalam
penelitiannya yang menbahas tentang “Peran orang tua dan guru dalam membangun
internet sebagai media pembelajaran: studi kasus pondok pesantren progresif
bumi sholawat” menghasilkan temuan bahwa dari sampel yang diambil sebanyak 200
siswa, tidak ada satupun siswa yang tidak pernah menggunakan media teknologi.
Dalam bentuk table:
|
NO |
Frekuensi
penggunaan |
Jumlah |
% |
|
1 |
Tidak
Pernah |
0 |
0% |
|
2 |
Kurang
dari 2 jam |
10 |
5% |
|
3 |
2 sd 3
jam |
45 |
22,5% |
|
4 |
Lebih
dari 3 jam |
145 |
72,5% |
|
Total |
200 |
100% |
|
Jadi pendapat subjek penelitian yang mengatakan
penggunaan media online secara umum mengganggu kesehatan, menambah biaya
pengeluaran, fakta yang terjadi terhadap anak ketika dirumah tidak lepas dari
media online.
Dari dua temuan diatas, peneliti sedikit
kebingungan, hasil wawancara kepada responden terkini yang menyatakan
pelaksanaan pembelajaran menggunakan media live streaming di madrasah diniyah
pondok pesantren progresif bumi sholawat kurang efektif. Dan temuan literatur
yang subjeknya sama tapi beda tahun pelaksanaan menemukan bahwa 95% siswa
menggunakan internet atau media teknologi lebih dari 2 jam perhari. Menurut
pendapat peneliti, hasil wawancara terhadap responden terkait pelaksaan
pembelajaran yang di bahas dalam penelitian ini adalah yang lebih utama di
ambil dan menentukan hasil penelitian.
Hasil penelitian ini,
menemukan bahwa dari 6 subjek penelitian yang di wawancarai, semuanya
menyatakan pelaksanaan pembelajaran madrasah diniyah progresif bumi sholawat
kurang efektif, dan membosankan.
IV.
KESIMPULAN
Dalam
menggali data dan informasi dari setiap subjek penelitian, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Dampak
dan faktor-faktor dalam penggunaan media live streaming yang digunakan pondok
pesantren progresif bumi sholawat, banyak yang belum maksimal diperhatikan
seperti kesehatan mata, rasa jenuh dan bosan yang dialami pengguna karena
menoton dll.
Begitu
juga yang dialami oleh santri, penggunaan media live streaming di pondok
pesantren progresif bumi sholawat, santri dipaksa menggunakan media live
streaming meski sarana dan prasarana yang ada dirumah tidak memadai, seperti
smartpone, leptop, computer dll. Sistem tanya jawab yang bisa di laksanakan
oleh santri tidak bisa dilaksanakan jika menggunakan media live streaming dll.
Dampak
yang dirasakan oleh orang tua, bahwa orang tua harus menambah biaya untuk
memenuhi kebutuhan belajar live streaming. Kemudian orang tua juga harus
mendampingi anaknya dalam proses belajar yang cukup menyita waktu bagi orang
tua. Kendala juga dirasakan oleh orang tua yang memiliki limitasi sarana dan
prasarana dalam pembelajaran live streaming.Diamana fasilitas dirumah tidak
cukup mendukung untuk belajar.Sedangkan kendala yang dihadapi oleh guru, bahwa
tidak semua guru mampu menggunakan teknologi dengan baik. Hal tersebut
disebabkan oleh kebiasaan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan tatap
muka, sedangkan pembelajran online merupakan pembelajaran jarak jauh
menggunakan teknologi.
Selain hal tersebut guru juga
terbebani oleh biaya kuota akses internet. Setiap proses pembelajaran harus
memiliki akases yang memadai agar pembeljaran berlangsung dengan baik. Tidak
hanya kendala-kendala teknis yang menjadikan proses live streaming berlangsung
baik, akan tetapi budaya belajar yang umum pada lembaga-lembaga pendidikan
selama ini ialah belajar secara langsung dengan bertatap muka. Sehingga budaya
belajar secara online yang hanya memanfaatkan dan menggunakan teknologi bagi
pendidik maupun peserta didik belum terbiasa dan perlu beradaptasi. Dalam proses adaptasi tentunya akan
berpengaruh terhadap hasil belajar santri dalam menyerap ilmu-ilmu yang diberikan
oleh guru-guru mereka, sehingga bisa dikatakan bahwa pembelajaran yang
dilakukan secara live streaming di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Bumi
Sholawat berlum berjalan dengan baik dan maksimal.
V.
DAFTAR PUSTAKA
Arnesi, N. Hamid,.A. 2015. Penggunaan Media Pembelajaran Online – Offline Dan
Komunikasi Interpersonal Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris.Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi dalam Pendidikan.Vol. 2.No. 1.
Bhakti Kusuma,
A. Solihin F. Damayanti F. 2017. Pengembanganm-Learning
Bahasa Arab Berbasis Ltsa Dengan Pendekatan Addie. Jurnal SimanteC. Vol.6
No. 2.
Ucu, N. Paturusi, S. Sompi, S. 2018. Analisa Pemanfaatan
E-Learning Untuk Proses Pembelajran.E-Jurnal Teknik Informatika.Vol 13
No. 1.
Fadillah, A.I., Munoto, L.N., & Nurlaela, L. (2014).Pengaruh
Media Pembelajaran (E-Learning Moodle, LKS) dan Motivasi terhadap Hasil Belajar
Pengoperasian Perangkat Lunak Lembar Sebar di SMKN 1 Mojokerto.Pendidikan
Vokasi: Teori Dan Praktik, Vol. 2 No.1.
Hakim, L. 2018.Pengembangan Media Pembeblajaran PAI berbaris
Augmented Reality.Letera Pendidikan. Vol 20 No. 1.
Purwanto,
A. S. Pranomo, R. Asbari, M. Santoso, P. Wijayanti, L. Hyun, C. Putri, R. 2020. Studi
Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di
Sekolah Dasar. Jurnal Edupsycouns. Vol 2 No. 1.
Rohidin, R. Auliya, R. Fadhil Abdul. 2015. Model Pembelajaran PAI
Berbasis E- Learning Studi Kasus di SMAN 13 Jakarta. Jurnal Studi Al-Qur’an.Vol. 11.No. 2.doi:doi.org/10.21009/JSQ.011.2.02.
Ramadani, R.
Rahmat, M. Fakhruddin, A. 2018. Media
Pembelajaran E-Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sma
Laboratorium Percontohan Upi Bandung. TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education. Vol. 5, No. 1
Syahril.Arial.Kurniawan. Piyana, S.
2019. E-Modul
Etnokontruktivisme: Implementasi Pada Kelas V Sekolah Dasar Ditinjau Dari
Persepsi, Minat Dan Motivasi. Jurnal Teknologi Pendidikan. Vol. 21.No.
1.
Syahriningsih.Adnan. Hiola, Fatmah. Analysis of the Need for
Development of Moodle-Based E-Learning Learning Media in Senior High School
Grade XI.Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pembelajarannya.Jurusan
Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Makassar.
Setiawan, Rifqi, A. 2020. Lembar Kegiatan Literasi Saintifik untuk
Pembelajaran Jarak Jauh Topik Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19).Jurnal:
Edukatif Volume 2 Nomor 1.
Saifuddin
Chalim. 2018. Peran orang tua dan guru dalam membangun internet sebagai media
pembelajaran: studi kasus pesantren progresif bumi sholawat. Jurnal: Penyuluhan
Volume 14. No. 1
Zaharah,Kirilova,
Galia, I.dan Windarti, A. 2020. Impact
of Corona Virus Outbreak Towards Teaching and Learning Activities in Indonesia. SALAM: Jurnal Sosial-Budaya Syar’i. Vol 7 Nomor 3
Komentar
Posting Komentar