Langsung ke konten utama

PENILAIAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI GOOGLE FORM : SEPERAPA MUDAH DIGUNAKAN?


 

Mochammad syihabbudin, Miftahul Huda1, Ni’matul Fadlilah2, Muhammad Thohir3

Syihabb056@gmail.com

Miftahuda186@gmail.com   

Fadlilah19dila@gmail.com

Muhammadthohir@uinsby.ac.id

 

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

 

 

 

Abstract

 

 

The covid pandemic 19 period has made distance learning a necessity.  One of the effects is that many teachers choose the google form application to do the assessment. Because the teacher's capacity varies in its design, this study aims to find out how easily the assessment of Islamic religious education (PAI) subjects through the Google form can be used by students. Using Usability Testing instrument with USE Questionnaire, the study used Islamic religious education students with class X SMK Unitomo Surabaya respondents.  After the data is obtained, an analysis is performed using Nielsen's usability criteria. Sstudy revealed that the assessment of PAI pursuit through the Google Form application can be used by students, which is indicated by the value of all the attributes above 3 (abovek.thefdmiddlefsvalue)gonhacscalefof 5. Thus, its use in the assessment of Islamic Religious Education subjects  can be used as one of the main choices by the teacher in distance learning.

 

Keywords: Usability, USE Questionnaire, Google Form, Islamic Religious Education

 

Abstrak

 

Masa pandemik covid 19 telah menjadikan kegiatan pembelajaran berjarak (distance learning) sebagai sebuah keniscayaan. Salah satu efeknya, guru banyak memilih aplikasi google form  untuk melakukan penilaian.Karena kapasitas guru beragam dalam perancangannya, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa mudah penilaian mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) melalui google form dapat digunakan oleh siswa. Menggunakan instrumenUsability Testing dengan USE Questionnaireyang diolah secara kuantitatif, penelitian menggunakan siswa pendidikan agama Islam kelas X SMK Unitomo Surabaya sebagai responden.Setelah data diperoleh, maka dilakukan analisis dengan menggunakan kriteria ketergunaan (usability) Nielsen, yaitu: learnability, efficiency, memorability, errors dan satisfaction.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penilaian mata pelejaran PAI melalui aplikasi Google Form dapat digunakan dengan baik oleh siswa, yang ditunjukkan oleh nilai semua atribut di atas 3 (dihatasgnilaimtengah)gdalamkskala 5. Dengan demikian,penggunaannya dalam penilaian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dapatdijadikan sebagai salah satu pilihan utama oleh guru dalam pembelajaran berjarak

 

Kata kunci:Usability, USE Questionnaire, Google Form,Pendidikan Agama Islam 

 


 

 

 

 

1.      PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah membawa perubahan yang sangat besar untuk kemajuan dunia pendidikan. Bersamaan dengan ini, proses belajar-mengajar juga mengalami perkembangan yang tidak sedikit, baik dari metode belajar, media belajar, ataupun proses pembelajaran. Saat ini masyarakathidup di era digital dimana teknologi berkembang sangat pesat. Kemajuan teknologi yang cepat ini memberikan kemudahan dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah elemen yang berubah paling cepat. Perkembangan IPTEK tidak dapat dipisahkan dari jangkauan jaringan internet yang semakin luas di Indonesia. Saat ini kita dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi dalam waktu singkat.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga berdampak pada perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan. Siswa yang dihadapi oleh guru saat ini jauh berbeda dari masa sebelumnya. Siswa sekarang adalah anak-anak generasi Z, generasi yang lahir dan besar di era internet. Mereka melek teknologi sehingga mereka memiliki ruang bebas untuk mencapai dunia dan impian mereka. (Kompas, 20 Maret 2018). Oleh karena itu, guru sebagai salah satu komponen penting dalam dunia pendidikan dituntut untuk melek teknologi dan dapat menggunakannya dalam pembelajaran untuk menciptakan generasi yang mampu menjawab tantangan global.

Pemanfaatan teknologi dan informasi (TIK) dalamnpembelajaran diharapkan lebih meningkatkan pemahaman tentang materi yang dipelajari. Sebab dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran dirasa akan semakin menarik. Pemanfaatan teknologi bagi para siswa sangat diminati, terlebih apabila dalam proses pembelajaran menggunakan media teknologi seperti lcd, komputer, dan lainnya. Begitupun saat evaluasi pembelajaran siswa.

Evaluasi belajar yakni hasil dari proses pengukuran dan penilaian dalam pembelajaran yang dilakukannya. Menurut Zainal Arifin (2009) fungsi evaluasi adalah mengetahui posisi siswa, mengetahui tingkat kesiapan siswa untuk mengikuti program, membantu guru memberikan bimbingan, dan memberikan laporan tentang perkembangan siswa. Evaluasi pembelajaran dilakukan oleh pendidik dengan tujuan agar setiap peserta didik bisa dievaluasi kemampuannya. Arifin (2014:4)

Implementasi evaluasi pembelajaran berbasis TIK sekarang bukan lagi hal yang sulit, mengingat teknologi informatika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari baik untuk siswa maupun guru. Keakraban dengan berbagai produk seperti halnya komputer, tablet, serta smartphone dan koneksi internet yang semakin mudah didapat dengan harga yang murah juga memberikan peluang untuk memanfaatkan perkembangan dibidang teknologi dalam penerapan implementasi sistem pendidikan. Salah satu perangkat lunak yang gampang diakses, mudah digunakan, mudah dioperasikan, serta dapat dikembangkan dalam proses evaluasi pembelajaran dengan baik adalah Google Form (Google Formulir) yang menjadi bagian dari Google Documents yang disediakan oleh Google.

Ada pula sebagian fungsi kegunaan Google Form dalam pendidikan, diantaranya: 1) Mengadakan pelatihan/ tes online lewat halaman situs web, 2) Menghimpunargumen atau komentar orang lain lewat halaman website, 3) Mengumpulkan bermacam informasi responden lewat halaman situs web, 4) Membuat formulir registrasi online untuk sekolah, 5) Memberikan kuesionerwkepadaeorangalain secara online. Sedangkan beberapatkeunggulan dari pembuatan evaluasi pembelajaran menggunakan Google Form adalah: 1) Bentuk penampilan yang menarik. 2) Memiliki berbagai jenis tes yang bisa dipilih secara bebas. 3) Responden dapat memberikan tanggapan dimana saja. 5) Hasilnya langsung tersusun secara otomatis. Penggunaan Google Form sebagai alat bantu evaluasi juga mendukung program penghematan kertas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, energi dan waktu yang dibutuhkan oleh guru untuk menyebarkan kuesioner dan memproses data dapat menjadi semakin cepat, efisien, serta mudah dilakukan.

Suatu efektivitas sangat erat hubungannya dengan berhasil atau tidaknya suatu hal dalam menggapai suatu proses software sedangkan efisiensi berkaitan eratdengan lancarnya pengguna dalam memakai fitur aplikasi tersebut. serta kepuasan berkaitan dengan penerimaan sikap dari pengguna terhadap perangkat lunak.Nurhadryani, et.all(2010:83). Pada,umumnya,pengguna,ingin memperoleh suatu data secara cepat serta sesuai dengan yang diharapkan. Apabila suatu aplikasi menjadi    gagal memenuhi segala apa yang diinginkan oleh pengguna maka akibatnya pengguna pasti meninggalkan aplikasi dan akhirnya lebih memilih untuk tidak memakainya lagi. Lestari( 2014: 46).

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dibutuhkan suatu kajian yang mempelajari lebih dalam tentang bagaimana keberterimaan siswa terhadap pemakaian Google Form dalam evaluasi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kajian Tersebut Bertema“ Akseptabilitas Siswa Terhadap Pemakaian G-Form Dalam Evaluasi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam”.

 

2.      TINJAUAN PUSTAKA

  1. Usability

Usability atau usable memiliki arti dapat digunakansecarabaik. Sesuatudapat dikatakan sangat berguna jika kita bisa menghilangkan dan meminimalkan kegagalan dalam penggunaannya serta dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna aplikasi.Pada umumnya pengguna ingin mendapatkan sebuah informasi secara cepat dan sesuai yang diharapkan. Jikaperangkat mengalami kegagalan dalam menunjukkan dengan jelas sesuai  yang diharapkan dan sesuai dengan apa yang pengguna butuhkan maka pengguna lebih memilih untuk meninggalkan aplikasi tersebut dan tidak menggunakannya lagi. Lestari (2014:46). Usability atau yang berarti "kebermanfaatan" mengacu pada  mudahnya dalam penggunaan aplikasidan pengalaman navigasi yang user-friendly. Antarmuka yang merupakansitus user-friendly yang ada didalam halaman aplikasi (software) bertujuan supaya pengguna dapat merasakan mudahnya menggunakan aplikasi tersebut sehingga mendapatkan pengalaman yang baik.

  1. Use Questionnairre

USE Questionarre merupakan sebuah paket kuesioner yang biasa di pakai untuk mengukur suatu aspek usabilitas suatu system.Terdapat beberapa aspek yang digunakan untuk mengukur tingkat usabilitas melalui kuesioner yaitu aspek learnabillity, efficiency, memorability, error dan juga satisfaction. Berdasarkan berbagai macam penelitian menunjukkan bahwa lima aspek tersebutsering digunakan sebagai acuan dalam evaluasi produk atau aplikasi. Dari hasil pengamatan menunjukan adanya sebuah korelasi yang salingberhubungan dan mempengaruhi antara parameter ease of use dan usefulness. Faktorusefulness biasanya terabaikanjika system tersebut bersifat internal dimana penggunanya bersifat wajib. Kuisioner dibuat dalam bentuk skor lima poin dengan model skala liker untuk pengukuran tingkat persetujuan user terhadap statement hasil pengukuran kemudian diolah menggunakan, metoda statistic deskriptif dandilakukan analisis baik terhadap masing-masing parameter atau terhadapkeseluruhan parameter. Use adalah sepaket kuisioner non komersial yang bisa dipakaidalam penelitianusabilitysebuahsystem atau aplikasi.

Saling mempengaruhi antara parameters ease of uses dan juga usefulness. Didalam siatu sistem biasanya ada factor yang sering diabaikan yaitu factor usefulness .Dalam mengukur tingkan keberterimaan pengguna biasanya menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likers yang terdiri dari 5 skor poin kemudian diolah dengan menggunakan metode statiktis deskriptif dan dianalisis dengan baik itu terhadap masing- masing aspek maupun terhadap keseluruhan aspek.

  1. Evaluasi Pembelajaran PAI

Setiap proses pembelajaran pasti ada yang namanya proses peniliaian. Didalam penilaian terdapat suatu pengambilan keputusan yang didasarkan oleh sebuah nilai- nilai. Proses evaluasi bisa dilaksanakan dengan perbandingan antara informasi- informasi yang ada dengan ketentuan yang telah didetetapkan untuk berikutnya ditarik sebuah kesimpulan. Setiap tokoh dalam evaluasi memiliki pendapat yang berbeda beda. Evaluasi merupakan suatu proses dalam menentukan suatu tujuan yang hendak dicapai.jadi definisi tersebut menjelaskan bahwa hubungan evaluasi dan tujuan kegiatan ini mengukur derajat suatu tujuan yang ingin dicapai. Mulyadi (2010:1)

Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tingkat keberhasilan dari suatu program kegiatan. Sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang berfungsi untuk mendapatkan informasi terkait proses hasil belajar mengajar yang telah dilaksanakan oleh siswa yang nantinya data tersebut diolah berdasarkan kriteria tertentu dan hasinya nanti digunakan untuk memngambil keputusan dalam pembelajaran. Nurwadi dan Suwardi (2011:1)

Kegiatan evaluasi ini membutuhkan informasi yang nantinya sebagai bahan pengukuran dalam menentukan atau mengambil keputusan didalam suatu lembaga penddidikan.Keputusan tersebut diambil bersama dengan stakeholder dalam pendidikan.Sehingga evaluasi ini terbentuk dari berbagai macam unsur yang saling mempengaruhi jika ada unsur yang tidak terpenuhi maka evaluasi tidak berjalan engan lancar.

Pembelajaransebagaisistemyang terdiri beberapa unsurmasukan proses dan keluaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ada dua jenis evaluasi untuk mengevaluasi pembelajaranyaitu:

Pembelajaran merupakan sebuah system yang didalamnya ada proses input dan output guna menapai tujuan pendidikan. Jenis evaluasi untuk mengevaluasi pembelajaran terdiri dari 2 bagian yaitu :

1.      Evaluasi yang ditekankan pada bagian evaluasi watak siswa, karakter siswa dan lengkapnya sarana prasarana yang memadai, sumber daya guru dalam mengajar , materi pembelajaran dan kurikulum merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran. 

2.      Evaluasi merupakan proses yang menekankan pada pengelolaan system dalam pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh lembaga pendidikan  yang meliputi media , metode strategi, yang nanti akan berguna untuk prose evaluasi pembelajaran.Triadi (2009:3)

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan evaluasi merupakan proses perencanaan dalam mengumpulkan suatu data terkait peningkatan hasil belajar siswa terhadap tujuan lembaga sekolah yang nanti nya data tersebut berguna untuk pengambilan keputusan.

Sedangkan evaluasi pendidikan agama islam merupakan serangkaian kegiatan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik yang menyangkut kondisi mental psikologis spiritual peserta didik dalam pemebalajaran. Berbeda dengan evaluasi pembelajaran mata pelajaran pada umunya evaluasi pendidikan agama islam memiliki dasar yaitu quran dan hadits. Mujib, dkk (2008:32).Pelaksanaan evaluasi ini tidak hanya diperuntukkan pendidik saja akantetapi, semua aspek dan unsur dalam pendidikan Islam.

  1. Google Form

Google form adalah suatu aplikasi yang berasal dari layanan google yang dapat memudahkan pengguna dalam membuat suatu formulir atau kuis ketika ingin menyebarkan angket atau kuesioner untuk dibagikan kepada para responden sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penggunanya. Aplikasi ini juga memiliki kelebihan yang sangat banyak salah satunya adalah isi dari aplikasi ini sangat menarik dan tidak membosankan selain itu juga pengguna dapat mengakses google form dimanapun dan kapanpun. Mashurwati (2018:4)

Aplikasi google form ini sudah mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Banyak sekali fitur baru yang ditawarkan pada aplikasi ini seperti dapat memberikan batasan dalam sebuah tanggapan untuk satu kali per orang yang sudah mengisi aplikasi ini, URL dalam aplikasi ini juga bisa diperpendek, dan juga adanya pembatasan jawaban dan waktu untuk menjawab sehingga aplikasi ini juga sangat mudah untuk mengirim dan menerima informasi sekaligus mengolah suatu data secara gratis.

Aplikasi Google pada tahun 2014 bulan oktober juga memberikan fitur add on dalam formulir google yang dapat dikembangkan oleh pihak ketiga untuk memperbanyak fitur-fitur baru untuk memudahkan pengguna dalam melakukan sebuah survey. Selanjutnya pada tahun 2017 bulan juli google memperbarui formulir dengan menambah fitur validasi respon erdas yang berguna untuk mendeteksi teks yang telah diinput kedalam bentuk bidang formulir sehingga aplikasi ini bisa mengidentifikasi apa yang sudah ditulis dan meminta pengguna untuk emngoreksi informasi jika ada sebuah kesalahan ketika memasukkan data. 

Pengguna aplikasi ini juga bisa meminta unggahan file melalui google drive dengan batas minimal penyimpanan awal sebesar 1 GB kemudian dapat diupgrade lagi menjadi 1 TB, fitur dalam formulir baru ini juga memungkinakan sebuah jawaban multi opsi seperti dalam sebuah tabel. https://en.wikipedia.org/w/index.ph (diakses 29 Mei 2020 : 19:51). Fitur loal drive juga sangat membantu dalam proses penyimpanan, pengguna tidak perlu khawatir ketika penyimpanan sudah melebihi kapasitas. Langkah awal untuk mengakses google orm memanglah sangat mudah, pengguna ukup mempunyai akun gmail yang telah disediakan oleh google secara gratis kemudian setelah mempunyai akun gmail pengguna tinggal masuk aplikasi google form melalui link yang telah di sediakan.   

 

3.      METODE PENELITIAN

Dalam riset ini responden yang dilibatkan merupakan siswa Kelas X. Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Unitomo. Prosedur yang digunakan dalam riset ini merupakan metode  kuesioner. Metode Kuisioner dicoba dengan memberikan kuisioner buat mengukur kepuasan pengguna terhadap aplikasi. Nurhadryani, et.all(2010:83).  Instrumen yang digunakan dalam riset ini merupakan angket. Model skala likert adalah acuan yang digunakanpada angket tersebut . Buat mengukur tingkatan validitas serta, reabilitas instrument dicoba uji coba terhadap 20 responden dari sesuatu populasi ialah kelas X Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Unitomo Surabaya. Informasi tentang ukuran dari objek yangkemudian dianalisis dalam riset ini diperuntukan kepada responden memakai skala 1 hingga 5 buat memperoleh informasi yang sifatnya ordinal dengan pengkategorian nilai sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dalam riset ini langkah awal yang ditempuh merupakan mengenali permasalahan dilanjutkan dengan melaksanakan riset awal dengan riset literatur/ riset yang berkaitan dengan menguji kebermanfaatan (tes usabilitas) dan serta riset terhadap objek yang hendak diteliti dalam perihal ini adalah aplikasi Google Form setelah itu melaksanakan survey dengan kuesioner serta melaksanakan analisa informasi dari hasil survey kuesioner. Prosedur Riset, ini bisa dilihat jelas pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


4.      HASIL PEMBAHASAN

Langkah awal yang dicoba dalam usabilitytesting merupakan membagikan beberapa tugas(task) yang telah dipersiapkan tadinya kepada siswa dikala berhubungan dengan system aplikasi google form yang diujikan. Tugas- tugas ini disebar ke 20 responden atau siswa dalam hal ini berasal dari siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Unitomo yang telah mengenali aplikasi Google Form ini, sehingga mereka tidak lagi mengalami kesusahan dikala melaksanakan tugas tersebut. Tugas-tugas ini berfungsi sebagai‘fasilitas interaksi’ dalam mengukur tingkatusabilitas. Sastramiharja (2008:4).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini merupakan uraian dari tiap- tiap task tersebut:

Task 1. Siswa membuka aplikasi Google Form lewat Link yang sudah diberikan guru.

Task 2. Siswa mengakses serta berupaya Login dengan memakai account Googleuntuk masuk kedalam aplikasi Google Form.

Task 3. Siswa mengisi formulir informasi siswa lewat Google form saat sebelum mengawali mengerjakan mengerjakan soal.

Task 4. Siswa mulai menanggapi soal tentang pembelajaran agama islam yang sudah diberikan oleh guru lewat Google Form.

Task 5. Siswa mengirim jawaban dari soal pembelajaran islam yang sudah diberikan oleh guru lewat Google Form.

Pertanyaan atau kuesioner ini diberikan kepada responden dalam hal ini siswa yang sudah mengerjakan tugas-tugas yang kami berikan diatas agar siswa memperoleh pengalaman pengguna terhadap isi dari aplikasi yang diuji atas apa yang dilihat dan dialami oleh siswa disaat melaksanakan tugas yang diberikan. Kuesioner ini terdiri atas 13 soal yang mewakili 5 aspek usabilitas.

Bagi Mazumder; Das(2014) dalam Firmansyah(2016), Organisasi Standar Internasional(International Standard Organization/ ISO) menjelaskan jika daya guna(usabilitas) merupakan sejauhmana sesuatu produk bisa digunakan oleh pengguna buat menggapai tujuan mereka dengan efisien serta efektif. Usabilitasmempunyai 5 aspek kualitas ialah.Firmansyah (2016:66):

 

1.      Learnabillity ialah menampilkan betapa mudahnya pengguna bisa mempelajari suatu system utama serta memperoleh keahlian untuk melaksanakan pekerjaan.

2.      Efisiensi ialah sesudah mempelajari sistem seberapa cepat pengguna bisa melaksanakan tugas mereka memakai system tersebut.

3.      Memorabillity sangat berarti untuk pengguna yang bisa memakai system tanpa harus belajar lagi. Fitur ini menunjang pengguna untuk menghafal system bekerja sesudah periode pemakaian tertentu.

4.      Error ialah sejumlah kesalahan yang dialami oleh pengguna lalu sebagaimana mudahnya pengguna dalam mengatasinya.

5.      Satisfaction, ialah menunjukkan senang atau tidak nya pengguna dalam mengoprasikan suatu sistem.

 

Tabel 3.Hasil tabulasi skor tiap pertanyaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Hasil dari 13 soal kuesioner mengenai  kelima aspek usability di atas bisa ditunjukkan pada tabel 4 berikut :

 

Tabel 4. Penilaian 5 aspek usabilitas

 

No.

 

Kuesioner

Skema Usability

Learnability

Efisiensi

Memorability

Error

Satisfaction

Aspek Sistem

1

Apakah tampilan Google Form mudah dipelajari?

 

 

 

 

 

2

Apakah Google Form mudah di oprasikan?

 

 

 

 

 

3

Apakah isi tampilan google Formmenarik untuk dilihat dan tidak membuat bosan?

 

 

 

 

 

Aspek Pengguna

4

Apakah struktur ikondalam google form sangat mudah dioprasikan?

 

 

 

 

 

5

Apakah halaman google form mudah dicari di internet?

 

 

 

 

 

6

Apakah aplikasi Google form sesuai dengan kebutuhan ?

 

 

 

 

 

7

Apakah aplikasiGoogle formnyaman digunakan?

 

 

 

 

 

8

Apakah symbol-simbol gambar pada google form mudah dipahami?

 

 

 

 

 

Aspek Interaksi

9

Apakah siswa dapat dengan mudah menghindari kesalahan dalam menggunakan aplikasi Google Form?

 

 

 

 

 

10

Apakah aplikasi Google form bisa memberi manfaat pengguna?

 

 

 

 

 

11

Apakah aplikasi Google form mempunyai fungsi dan kemampuan sesuai yang diharapkan pengguna?

 

 

 

 

 

12

Apakah aplikasi google form mempunyai tampilan dan menu yang mudah untuk diingat oleh pengguna ?

 

 

 

 

 

13

Apakah informasi yang diberikan aplikasi google form sangat jelas saat meminimalisir terjadinya error?

 

 

 

 

 

 

Analisa Usability Testing

Sesudah dilaksanakan proses penyebaran angket yang diberikan pada 20 siswa, maka kemudian dilakukan perekapan terhadap hasil angket yang sudah disebar kepada siswa. Dilihat dari persentase hasil pengujian usability testing tersebut , maka dapat menghasilkan rekapan nilai aspekusabilitasyang dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut ini.

Tabel 5. Rekap Nilai Usabilitas

No

Pertanyaan

Nilai

Aspek Sistem

1

Apakah isi dari Google Form sangat mudah untuk dipelajari?

3,53

2

Apakah Google Form mudah untuk di oprasikan oleh pengguna?

3,38

3

Apakah isi tampilangoogle Form menarik untuk dilihat dan tidak membuat bosan?

3,42

Aspek Pengguna

4

Apakah struktur ikondalam google form sangat mudah dioprasikan?

3,40

5

Apakah halaman google form mudah dicari di internet?

3,54

6

Apakah google form dapat memenuhi kebutuhan pengguna ?

3,47

7

Apakah aplikasi google form nyaman digunakan pengguna?

3,28

8

Apakah symbol dan ikon gambar pada google form mudahuntuki?

3,45

Aspek Interaksi

9

Apakah siswa dapat dengan mudah menghindari kesalahan dalam menggunakan aplikasi Google Form?

3,30

10

Apakah aplikasi Google form bisa memberi manfaat pengguna?

3,45

11

Apakah aplikasi Google form mempunyai fungsi dan kemampuan sesuai yang diharapkan pengguna?

3,44

12

Apakah aplikasi google form mempunyai tampilan dan menu yang mudah untuk diingat oleh pengguna ?

3,45

13

Apakah informasi yang diberikan aplikasi google form sangat jelas saat meminimalisir terjadinya error?

3,54

 

Berdasrkan Tabel 5 dapat dilihat bahwanilai- nilai usabilitas ataupun keberterimaan pengguna pada tiap-tiap aspek dalam aspek“Kemudahan pengguna dalam mengenali aplikasi google form” mempunyai nilaiusabilitas oleh pengguna sebesar sekitar 3,53 (berada diatas nilai tengah dari skala 5). Perihal ini bisa dikatakan jikainterface(tampilan) padaaplikasi googleformini sudah sangat mudah dikenali oleh pengguna.

 

Diagram rata-rata hasil pengujian usability

Berdasarkan hasil uji dari tiap aspek usabilitas yang ditunjukkan pada tabel 3 diatas bisa disimpulkan bahwa aplikasi google form ini sudah memiliki kelima aspek usabilitas yaitu aspek : learnabillity, efficiency, memorability, error dan juga aspek satisfaction yang sangat layak apabila digunakan. Dalam hal ini dapat dilihat dari hasil kelima aspek berikut ini: 

a.       Nilai aspek“Kemudahan pengguna dalam mengenali aplikasi google form” sebesar 3,53 yang menunjukkan jika aplikasi google formsudah masukpada kriteria aspek Learnabillity.

b.      Nilai aspek“Kemudahan pengguna dalam mengoprasikan aplikasi google form” yaitu sebesar 3,40 menunjukkan jika aplikasi google formsudah masuk pada kriteria aspek Efficciency.

c.       Nilai aspek“Kemudahan pengguna dalam mengingat kembali ikon-ikon dalam aplikasi google form serta tampilan yang di tunjukkan pada aplikasi google form”sebesar 3,45 menunjukkanjika aplikasi google formini sudah masuk pada kriteria aspek Memorabillity.

d.      Nilai aspek“Kemudahanpengguna dalam membaca petunjuk pada aplikasi google form” sebesar 3,44; aspek“serta aspek“Simbol gambar yang sangat mudah untuk dimengerti” yaitu sebesar 3, 45 menjadikan aplikasi google formini dapat dikatakan sudah mengurangi aspek Errors.

e.       Nilai atribut “Kemudahan aplikasi google form sesuai dengan yang diharapkan sebesar 3,44menunjukkan bahwa aplikasi google formmempunyai aspek satisfaaction yang sangat baik.

Dari totalitas aspek yang mempunyai nilaidi atas 3, bisa disimpulkan bahwaaplikasi google formsudah memiliki aspek usabilitas yang sangat baik sehingga mempengaruhi tingkat akseptabilitas siswa terhadap aplikasi tersebut dalam penggunaannya sebagai media penilaian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

 

5.      KESIMPULAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa mudah penilaian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui google form dapat digunakan oleh siswa.Penelitian ini  menggunakan intrumen tes usabilitas, prosedur awal yang dicoba di dalam tes usabilitasadalah dengan membagikan beberapa tugas(task) yang telah dipersiapkan kepada siswa. Task-task ini diberikan kepada 20 orang responden dari siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Unitomo Surabaya. Tugas- tugas yang diberikan ini digunakan untuk‘fasilitas interaksi’ dalam pengukuran usabilitas yang kemudian dilakukan perekapan terhadap hasil angket yang telah disebar kepada siswa.

Apabila disesuaikan dengan tiap-tiap aspek usabilitymaka bisa disimpulkan bahwa aplikasi google form yang telah dibuat sudah mempunyai nilai usabilitas yakni: learneabilitysebesar 3,53, efficciencysebesar 3,40, memorabilitysebesar 3,45,mengurangi aspek errors3,45, serta satisfactionsebesar 3,44.

Dari hasil pengujian rekap nilai usabiltasdapat dilihat bahwa semua aspek usabilitas mendapatkan nilai penerimaan (akseptabilitas)oleh siswadengan rata-rata  hasil diatas nilai 3, dapat disimpulkan bahwa sistem pada aplikasi google form yang dibuat telah mempunyai nilai aspek usabilitasdan juga layak dipakai oleh semua kalangan khususnya siswa karenaaplikasi ini sangat mudah digunakan serta dipahami oleh penggunasehingga mempengaruhi tingkat akseptabilitas siswa terhadap penggunaan google formdalam penilaian mata pelajaran pendidikan agama Islam. Maka diharapkan siswa dapat memanfaatkanaplikasi google formdengan lebih baik lagi untuk mempermudah dalam menunjang kegiatan evaluasi pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.


 

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal,2014Evaluasi Pembelajaran, Bandung: Rosda Karya.

Nurhadryani, 2013, pengujian usability untuk meningkatkan antarmuka aplikasi mobile : Jurnal Ilmu Komputer Agri-Informatika.

Lestari, 2014, Analisis Usability Web (Studi Kasus Website UMKM Binaan Kota Bandung): Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan.

Aelani, 2012.Pengukuran Usability Sistem Menggunakan Use Questionnaire :Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.

Mulyadi, 2010, Evaluasi Pendidikan, Malang : UIN Maliki Press.

Nurhadi,  Suwardi, 2011.Evaluasi Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan, Jakarta: PT. Multi Kreasi Satu delapan.

Triadi, Yuniarto,2009,Penilaian Pembelajaran Teknik Elektronika Berbasis Mutu. Depok: Arya Duta.

Mujib, Abdul dkk,2008,Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana,.

Iqbal, Muhammad, dkk, 2018, Penggunaan google form sebagai media pemberian tugas mata kuliah pengantar ilmu sosial,  JUPIIS : Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, Vol 10. No.1

Sastramiharja, H. Hapsari, 2008, Pengukuran Usabillity dengan Sarana Task : Model dalam User Center Sotware Development : Jurnal Penelitian dan pengembangan Telekomunikasi , Vol.13 No.2.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah Sighat At- Tahamul Wal- Ada’

BAB I PENDAHULUAN   A.   Latar Belakang      Allah telah memberikan kepada umat Nabi Muhammad Saw, para pendahulu selalu menjaga Al-Quran dan Al-Hadis Nabi. Mereka adalah orang-orang jujur, amanah, dan memegang janji sebagian diantara mereka mencurahkan perhatiannya terhadap al-Quran dan ilmunya yaitu para mufassirin. Manusia dalam hidupnya membutuhkan berbagai macam pengetahuan. Seseorang yang telah mempelajari hadits dengan sungguh-sungguh dengan cara yang benar memiliki beberapa kode etik yang harus dia jaga dan dia pelihara, baik ketika masih menjadi pelajar itu sendiri atau ketika dia sudah mengajarkannya kepada orang lain kelak. Di dalam ilmu hadits hal ini dikenal dengan istilah at tahammul wal ada’. Di dalam makalah ini akan dibahas cara perimaaan dan periwayatan hadis yang disebut dengan At-Tahammul wa Al-'Ada.            Para ulama hadis telah bersusah payah mengusahakan adanya ilmu hadis in...

Penggunaan Live Streaming dalam pembelajaran Madrasah Diniyah: Studi Kasus di PP Bumi Sholawat Sidoarjo

Penggunaan Live Streaming dalam pembelajaran Madrasah Diniyah: Studi Kasus di PP Bumi Sholawat Sidoarjo   Mochammad syihabbudin, Muhammad Yuda [1] , Moh Zaki Yamani [2] , Muhammad Thohir [3] Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Email.   Syihabb056@gmail.com muhammadyuda423@gmail.com , Zaqyzf@gmail.com , muhammadthohir@uinsby.ac.id   Abstract This research aims to analyze using live Streaming video of Madrasah Diniyah learning at Bumi Sholawat Islamic boarding school Sidoarjo. This research used a qualitative approach with the type of case study . .The research aim to obtain informations about problems and effects during learning through live streaming. Data collection techniques were carried out by means of observation interviews and documentation. In this study, respondents were 6 people consisting of several teachers and parents of students. In this case, respondents were given the initials SP1, SP2, SP3, SP4, SP5 and SP6. Semi-structured interviews...